Hallo sobat, hari ini saya lagi galau dan ga bisa tidur nih hehehe, dari pada bingung mau ngapain mending posting - posting di blog ini. Kali ini saya akan share mengenai pengalaman saya menggunakan laptop.
Jadi begini kan saya 2 tahun yang lalu membeli sebuah laptop pake uang tabungan saya sendiri, yaa walaupun laptopnya merk abal - abal hehe. Nah saya menggunakan laptop itu dengan hati - hati banget, sampai akhirnya pada bulan september kemarin itu laptop saya rusak. Saya bingung tu kok laptop tiba - tiba mati saat saya cabut charger padahal masih ada baterai didalamnya, perkiraan saya pertama adalah mungkin IC power mainboard yang udah minta diganti. Eh tapi ketika saya bawa laptop saya ke beberapa tukang servis memang benar IC power harus diganti, ya udahlah saya ganti aja tuh langung. Eh setelah diganti masih sama juga belum bisa nyala, nyala sih tapi gak kuat booting dan terus - menerus restart. Saya mulai bingung dan takut, takut mainboardnya yg rusak secara mainboard kan mahal banget. Saya tanya lagi ke servis center dan katanya chipsetnya udah kena. Langsung dah mendengar berita itu saya mau pingsan (lebay dah hehehe). Saya tanya harga ganti chipset berapa, dan ternya tidak murah yaitu mencapi 800rb. Tapi setelah menuggu cukup lama yaitu 2 bulanan ternyata stok chipset laptop saya susah dicari atau mungkin udah ga diproduksi. Dan kemungkinan harus ganti mainboard yang harganya bisa sampe 2 jutaan. Terus karena penasaran saya tanya - tanya ke master - master dan ke mbah google kenapa chipset laptop saya bisa rusak. dan ternyata inilah jawabannya mengapa laptop saya rusak.
Seharusnya sebuah laptop itu dinyalakan harus terus menggunakan baterai, karena baterai laptop itu merupakan stabilisator power input untuk didistribusikan ke semua komponen laptop. Jadi waktu dulu ketika saya memakai laptop sering langsung colok ke adaptor tanpa baterai dengan pikiran agar baterai laptop awet. Ternyata hal itu akan menyebabkan komponen hardware laptop menerima daya berlebihan dari adaptor dan komponen itu lama - lama akan rusak, dan biasanya yang rusak adalah mainboarndya. Jika sudah begini maka harus keluar uang banyak, lebih banyak dari mengganti baterai laptop. Jadi tidak apa-apa memasang baterai sambil di cas dan digunakan, jangan takut bila nanti baterai sudah penuh namun mmasih kita tancapkan adaptor baterai akan "over charge", karena laptop sekarang telah otomatis memutus daya listrik kebaterai apabila baterai penuh dan langsung ke komponen laptop.
Jadi mulai sekarang jangan pernah beranggapan melepas baterai itu lebih baik. Daripada harus rusak hardware dan keluar biya mahal mending rusak baterai yang harganya 700 ribuan kan (tapi kalo bisa sih gak dua-duanya :D). Kecuali kalo sedang digunakan untuk main game, desain grafis atau menonton film HD karena pada saat itu komponen laptop bekerja cukup keras dan mudah panas yang mana akan mempengaruhi panas baterai dan akan mempengaruhi umur baterai. So, sayangilah laptopmu (jadi inget laptop pertamaku huhuhu).
Sekian dan termia kasih, semoga bermanfaat.
Haha lebeh, curhat ini mah -___-
BalasHapushahaha atuh biarin sih..
BalasHapuskren
BalasHapus